RSS

Perubahan Kurikulum di Indonesia dan Fenomenanya

09 Apr


A.    Perubahan Kurikulum di Indonesia dan Fenomenanya

  1. Akibat lahir kurikulum 2004, maka kurikulum 1994 tidak dipakai. Pada kenyataannya, saat ujicoba tahun 2001-2003 dan sampai tahun 2005 di lapangan terjadi pemakaian kurikulum ganda, yaitu kurikulum 1994 dan 2004. Baru pada tahun 2006 digunakan KBK hasil revisi kurikulum 2004.
  2. Perbedaan kurikulum 1994 dan 2004 terletak pada penugasan, yang berupa penugasan gabungan, yaitu :

–          Pengetahuan

–          Keterampilan

–          Sikap

–          Nilai

Yang diwujudkan dalam kebiasaan (apabila telah lulus) untuk berpikir, bertindak secara konsisten.

Sementara itu pada kurikulum 1994 penggabungan :

DIANGGAP TIDAK ADA

–          Pengetahuan

–          Keterampilan

–          Sikap

–          Nilai

  1. Perubahan utama dianggap terletak pada kompetensi dan latihan kompetensi yang dilakukan secara terus-menerus.
  2. Menguasai kompetensi, apakah siswa telah menguasai kompetensi atau belum.
  3. Bimbingan (dengan evaluasi hasil belajar) siswa untuk membantu siswa memahami diri dan menentukan pilihannya.
  4. Alat prediksi, artinya mendapat informasi tentang kondisi siswa yang digunakan untuk memprediksi kinerja siswa pada pendidikan berikutnya.
  5. Alat diagnosis, artinya untuk melihat seberapa jauh kesulitan siswa dalam belajar, seberapa jauh siswa memiliki prestasi untuk mengetahui perlu tidaknya pengayaan.

Suatu catatan bagi guru, kaitannya dengan penilaian berbasis kelas yang terdiri dari penialaian, diagnosis, bimbingan dan pencapaian penguasaan kompetensi harus menjadi perhatian utam guru dalam KBM.

Guru dituntut untuk mampu menguasai penilaian sejak awal sampai akhir proses yang memerlukan keseriusan guru. Untuk mengetahui penguasaan siswa dalam beragam kompetensi, penilaian mencakup  :

Unjuk kerja (performance)

Penugasan (proyek)

Hasil kerja (produk)

Kumpulan kerja siswa (portofolio)

Penilaian tertulis (paper, tes, dsb)

Agar persiapan penilaian objektif, maka guru wajib :

  1. Menyusun rencana melalui langkah-langkah diatas
  2. Melakukan pengumpulan bukti hasil siswa
  3. Pelaporan yang berhasil dihimpun guru
  4. Sumbernya dapat melalui informasi

Peran penilaian : memberi informasi secara komprehensif tentang hasil belajar.

B.     Diversifikasi Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran (KBM) untuk mencapai tujuan pendidikan.

Kurikulum 2004 berisi seperangkat rencana dan pengaturan yang dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dan cara-cara mencapainya.

Diversitas (keragaman) diperlukan mengingat keragaman kemampuan siswa, kondisi daerah dan kondisi sekolah. Cara penyampaian disesuaikan dengan kondisi tersebut.

Uji petik nasional perlu ditinjau kembali, sebab bertentangan dengan KTSP, otonomi dan diversifikasi. Kalau uji petik bersifat lokal masih dapat dipertimbangkan.

Inilah fenomena pada dunia pendidikan kita. Saat ini ada istilah sekolah berstandar internasional yang belum jelas mengacu ke Eropa, Amerika atau Negara-negara yang dianggap maju.

Berdasarkan pemikiran ini, kebijakan Dikna tentang Ujian Nasional perlu ditinjau kembali karena bertentangan dengan roh kurikulum 2004.

C.    Dampak Perubahan Kurikulum

Dengan berubahnya kurikulum maka lahir beberapa perubahan dalam dunia pendidikan, antara lain :

  1. KBM bersifat individu berubah menjadi kompetensi. Siswa mendapat hak sama, focus KBM agar siswa aktif, bersama atau kelompok KBM berpusat pada siswa.
  2. Kurikulum Berbasi Kompetensi (KBK) menghendaki perubahan kegiatan KBM di kelas, disesuaikan dengan kekhasan yang dimiliki kelas, bahan belajar, dan pengenalan media cetak serta elektronik sehingga siswa harus aktif dan kreatif.
  3. Penilaian sesuai kekhasan kompetensi, yang dinilai adalah proses dan hasil. Guru melakukan diagnose apabila outputnya tidak sesuai kompetensi yang ditetapkan.
  4. Kurikulum bersifat diversitas (tidak sama) dengan adanya KTSP, roh kekhasan harus diutamakan karena melayani pendidikan sesuai kondisi dan situasi yang ada.

Berdasarkan pemikiran di atas, jelas bahwa sebenarnya kewenangan menyusun silabus mutlat pada sekolah, bukan pada daerah. Kebijakan kurikulum diversitas ini masih terganggu dengan adanya ujian Negara yang memaksa guru bersifat sentralistik karena takut siswanya tidak lulus.

Siswa yang tidak lulus dianjurkan mengikuti Kejar Paket A, B, C. padahal Kejar adalah pendidikan non-formal. Inilah fenomena pendidikan kita sekarang akibat kebijakan yang tidak konsisten.

D.    Apakah Penilaian Berbasis Kelas Itu ?

Pada kurikulum 2004, ada petunjuk penilaian berbasis kelas, hal ini terjadi karena :

  1. Pelaksanaan KBK memaksa guru melakukan perubahan kegiatan KBK di kelas dalam bentuk pembelajaran, yaitu :
    • Cara mengajar guru,
    • Cara proses penilaian
    • Cara melihat hasil belajar siswa.
  2. Pelaksanaanya :
    • Siswa harus menunjukkan penguasaan kompetensi yang dicapai,
    • Jenis penilaian ada tes, lisan, tugas, dll,
    • Penilaian disesuaikan dengan kekhasan kompetensi, bukan seluruh kompetensi
    • Bentuk tes pilihan ganda untuk menilai KBM yang KBK tidak dapat digunakan, sebab kompetensinya beragam (individu maupun kelas)
  3. Tujuan penilaian untuk mengetahui berbagai hal, antara lain :
    • Grading (membedakan kedudukan hasil kerja antar siswa dalam satu kelas)
    • Menggunakan alat seleksi, artinya untuk memisahkan dan menentukan kategori seseorang siswa yang mempertimbangkan akan masuk sekolah tertentu atau diarahkan ke sekolah lain.

Kerangka Dasar

Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan (PP pasal 1:14).

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan (PP pasal 1:15).

Satuan Pendidikan

Satuan Pendidikan formal meliputi :

  • SD/ MI/ SDLB
  • SMP/ MTs/ SMPLB
  • SMA/ MA/ SMALB
  • SMK/ MAK

(UU 20/2003 pasal 17, 18)

Substansi Pokok Kurikulum

Kelompok Mata Pelajaran :

  • Agama dan akhlak mulia
  • Kewarganegaraan dan kebribadian
  • Ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Estetika
  • Jasmani, olahraga dan kesehatan. (PP pasal 6:1)

Substansi Wajib Kurikulum

  • Pendidikan Agama
  • Pendidikan Kewarganegaraan
  • Bahasa
  • Matematika
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Seni dan Budaya
  • Pendidikan Jasmani dan Olahraga
  • Muatan Lokal. (UU 20/ 2003 pasal 37:1)

Struktur Kurikulum Umum

  1. Kesepuluh substansi pokok/wajib kurikulum menjadi mata pelajaran.
  2. Jumlah mata pelajaran tidak terlalu banyak.
  3. Komponen kurikulum :
  • Mata Pelajaran
  • Muatan Lokal
  • Pengembangan Diri
  1. Spesifikasi mata pelajaran dengan :
  • Standar Kompetensi
  • Kompetensi Dasar
  1. Waktu belajar per jam pelajaran
  2. Alokasi jam pelajaran per minggu
  3. Minggu belajar efektif per tahun ajaran
  4. Kekhususan jenis/ jenjang per tahun ajaran
  5. Jam nyata per tahun sekitar 1000 jam (@ 60 menit)

Sekolah Dasar dan Sederajat

Substansi pokok/wajib kurikulum yang berdiri sendiri digabung sebagai mata pelajaran :

  • IPS Terpadu dan IPA Terpadu
  • Muatan Lokal
  • Kegiatan Pengembangan Diri
  • Kelas I-III                 : Tematik
  • Kelas IV-VI              : Mapel
  • Satu Jam Pelajaran    : 35 Menit
  • Satu Minggu

Kelas I-III                 : 29-32 Jam

Kelas IV-VI              : 34 Jam

  • Satu Tahun                : 34-38 minggu

SMP dan Sederajat

Substansi wajib kurikulum yang berdiri sendiri :

  • IPS Terpadu dan IPA Terpadu
  • Muatan Lokal
  • Kegiatan Pengembangan Diri
  • Kelas VII-IX                        : Mapel
  • Satu Jam Pelajaran    : 40 Menit
  • Satu Minggu

Kelas VII-IX                        : 34 Jam

  • Satu Tahun                : 34-38 minggu

SMA dan Sederajat

Substansi wajib kurikulum yang berdiri sendiri :

  • Unsur-unsur IPS dan IPA menjadi satu mata pelajaran
  • Umum diikuti semua kelas X
  • Muatan Lokal
  • Kegiatan Pengembangan Diri
  • Satu Jam Pelajaran    : 45 Menit
  • Satu Minggu             : 38 Jam pelajaran
  • Satu Tahun                : 34-38 minggu

Kelas XI-XII, diarahkan ke tiga jurusan :

  • Program studi IPS
  • Program studi IPA
  • Program studi Bahasa
  • Program studi Keagamaan

Kelas XI-XII, program studi IPS :

Substansi wajib kurikulum yang berdiri sendiri :

  • Bidang kajian khusus IPS : 12 jam pelajaran untuk mapel sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi.
  • Muatan Lokal
  • Kegiatan Pengembangan Diri
  • Satu Jam Pelajaran      : 45 Menit
  • Satu Minggu                : 38 Jam pelajaran
  • Satu Tahun                  : 34-38 minggu

Kelas XI-XII, program studi IPA :

Substansi wajib kurikulum yang berdiri sendiri :

  • Bidang kajian khusus IPA : 12 jam pelajaran untuk mapel fisika, biologi, kimia.
  • Muatan Lokal
  • Kegiatan Pengembangan Diri
  • Satu Jam Pelajaran      : 45 Menit
  • Satu Minggu                : 39 Jam pelajaran
  • Satu Tahun                  : 34-38 minggu

Kelas XI-XII, program studi Bahasa :

Substansi wajib kurikulum yang berdiri sendiri :

  • Bidang kajian khusus IPS : 12 jam pelajaran untuk mapel sastra Indonesia, Bahasa Asing dan Antropologi.
  • Muatan Lokal
  • Kegiatan Pengembangan Diri
  • Satu Jam Pelajaran      : 45 Menit
  • Satu Minggu                : 39 Jam pelajaran
  • Satu Tahun                  : 34-38 minggu

Kelas XI-XII, program studi Keagamaan :

Substansi wajib kurikulum yang berdiri sendiri :

  • Bidang kajian khusus Keagamaan : 12 jam pelajaran untuk 4 mata pelajaran yang nama-nama dan substansinya ditentukan oleh Departemen Agama.
  • Muatan Lokal
  • Kegiatan Pengembangan Diri
  • Satu Jam Pelajaran      : 45 Menit
  • Satu Minggu                : 38 Jam pelajaran
  • Satu Tahun                  : 34-38 minggu

Satuan Pendidikan Khas Keagamaan

Satuan pendidikan khas keagamaan sepeti MI/ MTs/ MA atau bentuk lain yang sederajat, di luar program studi Keagamaan di SMA dan MA, dapat menambah beban belajar untuk kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia serta kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian sesuai dengan kebutuhan dan cirri khasnya, sebanyak-banyaknya 8 jam pelajaran per minggu.

Kompetensi

Kedalaman Muatan Kurikulum :

–          Dituangkan dalam kompetensi pada tiap tingkat/ semester.

–          Kompetensi tersebut terdiri dari :

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Muatan Lokal

Merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan cirri khas daerah, termasuk keunggulan daerah yang materinya tidak dapat dikelompokkan dalam mata pelajaran yang ada.

Kegiatan Pengembangan Diri

Adalah kegiatan peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan bakat, minat dan kondisinya yang tidak diperoleh melalui kegiatan mata pelajaran dan muatan lokal.

Materi yang Dibahas

Struktur kurikulum, standar Kompetensi, dan kompetensi dasar satuan pendidikan :

–          SD/ MI/ SDLB

–          SMP/ MTs/ SMPLB

–          SMA/ MA/ SMALB

–          SMK/ MAK

Per mata pelajaran.

Bebab Belajar

Adalah waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran melalui kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri untuk mencapai standar kompetensi lulusan serta kemampuan lainnya dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.

Beban Belajar Peserta Didik

Kalender Pendidikan

Adalah pengaturan untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran.

No.

Kegiatan

Alokasi Waktu

Keterangan

1. Minggu efektif belajar Maks. 38 minggu Untuk pembelajaran efektif
2. Jeda tengah semester Maks. 2 minggu Untuk sementara 1 dan 2
3. Jeda antar semester Maks. 2 minggu Antara semester 1 dan 2
4. Libur akhir semester Maks. 3 minggu Untuk adm awal/akhit TA
5. Libur keagamaan 2-4 minggu Khusus atur sendiri
6. Libur umum/nasional Maks. 2 minggu Sesuai PP
7. Libur khusus Maks. 1 minggu Sesuai ciri lembaga
8. Kegiatan khusus Maks. 3 minggu Program khusus sek/madrasah.

 DAFTAR PUSTAKA

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 9, 2012 in Kurikulum

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: