RSS

Makna Mengajar Dalam Standar Proses Pendidikan

15 Apr

MAKNA MENGAJAR DALAM STANDAR PROSES PENDIDIKAN

Mengajar dalam standar proses pendidikan tidak hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga dimaknai sebagai proses mengatur lingkungan supaya siswa belajar. Makna ini diistilahkan dengan pembelajaran. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam proses belajar mengajar siswa harus dijadikan sebagai pusat kegiatan dengan tujuan membentuk watak, peradaban, dan meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Pembelajaran perlu memberdayakan semua potensi peserta didik. Pemberdayaan diarahkan untuk mendorog pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Mengajar dan belajar adalah dua istilah yang memiliki satu makna yang tidak dapat dipisahkan. Mengajar adalah suatu aktivitas yang dapat membuat siswa belajar. Keterkaitan antara mengaja dan belajar diistilahkan Dewey sebagai “menjual dan membeli”. Artinya, seseorang tidak mungkin akan menjual manakala tidak ada orang yang membeli, yang berarti tidak ada perbuatan mengajar manakala tidak membuat seseorang belajar. Dalam istilah mengajar terkandung proses belajar siswa. Inilah makna pembelajaran.

Dalam istilah pembelajaran, guru dan siswa tetap harus berperan secara optimal. Perbedaan dominasi dan aktivitas, hanya menunjukkan perbedaan perlakuan guru dan siswa terhadap materi dan proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang dilakukan siswa tidak mungkin terjadi tanpa adanya guru.

Bruce Weil (1980) mengemukakan tiga prinsip penting dalam proses pembelajaran, yaitu :

Pertama, proses pembelajaran adalah membentuk kreasi lingkungan yang dapat membentuk atau mengubah struktur kognitif siswa. Oleh karena itu, proses pembelajaran menuntut aktivitas siswa untuk mencari dan menemukan sendiri.

Kedua, berhubungan dengan tipe-tipe pengetahuan yang harus dipelajari. Ada tiga tipe pengetahuan yang masing-masing memerlukan situasi berbeda dalam mempelajarinya yaitu :

  1. Pengetahuan fisis

Adalah pengetahuan akan sifat-sifat fisis dari suatu objek atau kejadian seperti bentuk, besar, berat. Pengetahuan ini diperoleh melalui indra secara langsung. Dari tindakan langsung, anak membentuk struktur kognitif tentang suatu benda.

  1. Pengetahuan sosial

Pengetahuan sosial berhubungan dengan perilaku individu dalam suatu sistem sosial. Contoh : pengetahuan tentang hokum, moral, nilai, bahasa. Ketika anak melakukan interaksi dengan temannya, maka kesempatan membangun pengetahuan sosial berkembang (Wadsworth, 1989).

  1. Pengetahuan logika

Pengetahuan logika berhubungan dengan berpikir matematis, yaitu pengetahuan yang dibentuk berdasarkan pengalaman dengan objek atau kejadian tertentu.

Ketiga, dalam proses pembelajaran harus melibatkan peran lingkungan sosial. Anak akan lebih baik mempelajari pengetahuan logika dan sosial dari temannya sendiri.

Selama menjalani proses kehidupannyam manusia tidak lepas dari masalah. Manusia yang berkualitas dan sukses adalah manusia yang mampu menembus setiap tantangan yang muncul. Proses pembelajaran diarahkan agar siswa mampu mengatasi setiap tantangan kehidupan.

Makna pembelajaran dalam konteks standar proses pendidikan ditunjukkan oleh beberapa ciri berikut :

 

  1. Pembelajaran adalah Proses Belajar

Belajar adalah proses berpikir yang menekankan pada proses mencari dan menemukan pengetahuan melalui interaksi individu dengan lingkungan (self regulated).

Dalam proses pembelajaran La Costa (1985) mengklasifikasikan mengajar berfikir menjadi tiga, yaitu :

  1. Teaching of thinking, adalah proses pembelajaran yang diarahkan untuk pembentukan ketrampilan mental tertentu.

  2. Teaching for thinking, adalah proses pembelajaran yang diarahkan pada usaha menciptakan lingkungan belajar yang dapat mendorong pengembangan kognitif.

  3. Teaching about thinking, adalah pembelajaran yang diarahkan pada upaya untuk membantu agar siswa lebih sadar terhadap proses berpikirnya.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tidak mungkin melepaskan ketiga aspek tersebut.

  1. Proses Pembelajaran adalah Memanfaatkan Potensi Otak

Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal. Kedua belahan otak perlu dikembangkan secara optimal dan seimbang.

Proses pendidikan mestinya mengembangkan setiap bagian otak melalui pengembangan berbahasa, memecahkan masalah dan membangun kreasi.

  1. Pembelajaran Berlangsung Sepanjang Hayat

Belajar adalah proses yang terus menerus, yang tidak pernah terhenti dan terbatas pada dinding kelas.

Prinsip belajar sepanjang hayat sejalan dengan empat pilar pendidikan universal yang dirumuskan UNESCO (1996), yaitu :

  1. Learning to know atau learning to learn, mengandung pengertian bahwa belajar tidak hanya berorientasi pada hasil belajar, tetapi berorientasi pada proses belajar.

  2. Learning to do, mengandung pengertian bahwa belajar itu untuk berbuat dengan tujuan akhir penguasaan kompetensi yang sangat diperlukan dalam era persaingan global.

  3. Learning to be, mengandung pengertian bahwa belajar adalah membentuk manusia yang “menjadi dirinya sendiri”.

  4. Learning to live together adalah belajar untuk bekerja sama.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 15, 2012 in Pendidikan

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: