RSS

Model Kurikulum Networked

15 Apr

Pengertian Networked Model

Networked model merupakan rancangan kurikulum yang berfilosofi bila dilaksanakan dalam pembelajaran akan memberikan bekal kepada siswa mampu memfilter (memilih) seluruh kegiatan belajar melalui kacamata keahlian dan kemampuan membuat hubungan internal dan mampu memandu ke jaringan kerja eksternal dari para ahli di lapangan atau bidang-bidang terkait.

Seorang anak belajar secara terus menerus (pendidikan manusia tidak pernah mati). Seorang arsitek ketika mengadaptasi sebuah program ia bekerja sama dengan ahli teknik pemrograman, dan ahli interior desain. Ia bekerja secara lintas bidang dan bekerjasama dengan keahlian pelajar lain untuk memperoleh ketrampilan yang sempurna.

Seorang peserta didik membuat jaringan dengan orang lain baik dalam bidang yang mereka tekunimaupun di luar bidang tersebutdan mereka menghubungkan ide-ide baru ke dalam ide-ide lama secara kontinu atau terus-menerus.

Peserta didik menyaring semua yang mereka pelajari melalui kajian para ahli dan membuat koneksi internal yang mengarah ke jaringan eksternal ahli di bidang terkait.Model ini digambarkan seperti sebuah bangun prismayaitumerupakan sebuah bangun yang apabila dilihat dapat menciptakan berbagai dimensi dan arah fokus.Pendidikan seorang manusia tidak pernah selesai sampai ia mati. (Robert E. Lee).

Model networkeddalam model pembelajaran terpadu merupakan sumber masukan eksternal yang berkelanjutan, model ini seterusnya akan memberikanide-ide baru, dan ide-ide ekstrapolasi atau ide yang halus. Jaringan profesional peserta didik biasanya tumbuh di arah yang jelas dan kadang-kadang tidak begitu jelas. Dalam pencarian pengetahuannya, peserta didik bergantung pada jaringan ini sebagai sumber informasi utama dan mereka harus menyaring melalui sudut pandang mereka sendiri sesuai dengan keahlian dan minat yang mereka miliki.
Model networked, tidak seperti di model sebelumnya, pelajar mengarahkan proses integrasi melalui ruang pemilihan jaringan yang mereka butuhkan. Hanya pembelajar sendiri yang mengetahui seluk-beluk dan dimensi bidang mereka, peserta didik dapat menargetkan sumber daya yang diperlukan.

Model ini, seperti model yang lain, berkembang dan tumbuh sebagai kebutuhan tambahan yang dapat mendorong peserta didik ke arah yang baru.
Contoh: arsitek, jika mereka mengadaptasi teknologi CAD / CAM untuk desain, jaringan dengan teknik pemrograman dan memperluas pengetahuan dasar yang mereka miliki, seperti yang dia lakukan secara tradisional dengan para desainer interior.

Model networked dipandang tak terbatas memperpanjang dimulai sejak sekolah dasar. Bayangkan seorang anak kelas lima yang telah memiliki minat di Indiana sejak hari anak itu bermain koboi dan Indian. Semangat untuk pengetahuan Indian membawa dia membaca buku-buku sejarah dan non fiksi dengan baik.

Keluarganya, sadar ketertarikan anaknya dengan orang Indian, kemudian mereka mendengar dan menggali tentang arkeologis yang mendukung anak-anak untuk benar-benar menggali dan berpartisipasi sebagai bagian dari peserta program liburan musim panas yang ditawarkan oleh sebuah perguruan tinggi lokal. Sebagai hasil dari ini “perkemahan” musim panas ini, pelajar tersebut menjumpai orang dari sejumlah bidang seperti: seorang antropolog, ahli geologi, arkeolog, dan ilustrator, mahasiswa seni rupa, mereka disewa untuk mewakili menggali kemampuan siswa dalam menggambar.

Jaringan yang dimiliki peserta didik ini sudah mulai terbentuk. Ketertarikan secara alami yang dimilikinya telah menyebabkan dia untuk belajar dari orang lain di bidang yang menawarkan berbagai tingkat pengetahuan dan wawasan yang memperluasjangkauan belajarnya.

Model networked ini terdengar seperti tiga atau empat arah konferensi yang memberikan berbagai jalan eksplorasi dan penjelasan. Meskipun ide-ide yang beragam mungkin tidak datang sekaligus, pelajar pada model jaringan ini terbuka untuk menerima beberapa input sebagai komponen yang berbeda yang disaring dan diurutkan sesuai kebutuhan seorang pelajar. Model ini terdengar seperti jaringan berita yang menarik yang tersaji dalam gambar dan cerita yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Model networked ini mirip dengan sinyal satelit yang bertebaran dan menerima sinyal dari berbagai arah.

 

2.2 Kelebihan Model Networked

Kelebihan dari model jaringan ini sangat beragam. Pendekatan pembelajaran terintegrasi ini sangat pro-aktif dan alami, dengan model ini peserta didik memulai pencarian dan mengikuti jalan yang baru dia temukan dengan kemampuanya sendiri. Peserta didik dirangsang dengan informasi yang relevan, keterampilan, atau konsep yang diberikan di sepanjang proses pembelajaran. Nilai tambahan dari model jaringan ini bagaimanapun tidak bisa dipaksakan pada peserta didik melainkan harus muncul dari dalam diri masing-masing peserta didik. Namun, mentor memberikandan memberikan layanan yang diperlukan untuk mendukung tingkat pembelajaran yang lebih tinggi. Pada model networked ini peserta didik terstimulasi oleh informasi, ketrampilan atau konsep-konsep baru.

2.3 Kelemahan Model Networked

Kelemahan dari model jaringan sangat dipahami oleh mereka yang telah mengembangkan beragam kepentingan tenaga dari cintanya. Sangat mudah untuk mendapatkan sisi acak ke dalam salah satu ide disampingnya. Ini juga mungkin untuk mendapatkan di dalam pemikiran kita. Sebuah jalan tertentu tampaknya mengundang dan berguna, tapi tiba-tiba menjadi sebaliknya. Manfaat kadang tidak lagi seimbang dengan harga yang harus dibayar. Kelemahan lain adalah bahwa model jaringan, jika dibawa ke ekstrem, dapat menyebarkan minat yang terlalu tipis dan dan tidak terkonsentrasi atau memecah perhatian peserta didik sehingga upaya-upaya pengajaran yang dilakukan menjadi tidak efektif.

 

2.4 Penggunaan Model Networked

Model ini, seperti model yang tersamar, model jaringan sering memindahkan tanggung jawab integrasinya lebih berat kepada pelajar daripada seorang desainer pembelajarannya. Namun, itu adalah model yang sesuai untuk menyajikan motivasi kepada peserta didik. Tutor atau mentor sering menyarankan model jaringan untuk memperluas cakrawala para pelajar atau memberikan perspektif yang diperlukan. Sebagai jaringan berkembang, koneksi atau suatu hubungan terkadang muncul secara kebetulan di sepanjang proses pembelajaran. Seringkali, tanpa sengaja hal ini mendorong peserta didik menemukan kedalaman pengetahuan baru disuatu bidang atau sebenarnya mengarah ke penciptaan bidang yang lebih khusus. Salah satu contoh seperti di era modern sekarang, dalam bidang genetikayang telah mengembangkan sebuah penemuan baru yang dikenal sebagai rekayasa genetik. Ini berlangsung dari lapangan yang merupakan hasil dari pengembangan model jaringan seorang pelajar yang berbakat dengan pelajar lainnya yang mendalami keahliannya tersebut.

Bertahun-tahun kemudian para pemikir di sekolah pascasarjana membicarakankepada dua ahli model jaringan, seorang ahli psikolog kognitif dan seorang programmer komputer.

Sebagai contoh ketika Fogarty menganggap dirinya sebagai pustakawan yang memiliki ketrampilan ilmu perpustakaan. Tapi sebagai seorang kandidat doktor di bidang kecerdasan buatan, dia perlu membuat jaringan dengan orang lain di bidang yang sangat teknis. Saya mencari sebuah program untuk membantu mensimulasikan pencarian kognitif untuk informasi.

Apa yang kita ketahui tentang cara kerja otak dapat direpresentasikan dalam diagram ini. Selain itu, dengan scripting “berbicara keras dengan pemantauan” pada sebuah mata pelajaran, Fogarty berpikir kita akan dapat melihat pola hubungansebuah keputusan. Jika kita menempatkan pemikiran kita bersama, ini akan mulai masuk akal.Sulit untuk menduplikasi hubunganpengetahuan yang dibuat oleh otak manusia, tetapi keacakan dalam prosedur dapat diprogram didalamnya. Fogarty akan membutuhkan rincian eksplisit tentang bagaimana kita membuat hubungan/koneksi di otak manusia dimulai dari Anda.

BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan :

3.1.1 Model networked merupakan rancangan kurikulum yang berfilosofi bila dilaksanakan dalam pembelajaran akan memberikan bekal kepada siswa mampu memfilter (memilih) seluruh kegiatan belajar melalui kacamata keahlian dan kemampuan membuat hubungan internal dan mampu memandu ke jaringan kerja eksternal dari para ahli di lapangan atau bidang-bidang terkait.

3.1.2 Kelebihan dari model jaringan ini salah satunya pendekatan pembelajaran terintegrasi ini sangat pro-aktif dan alami, dengan model ini peserta didik memulai pencarian dan mengikuti jalan yang baru dia temukan dengan kemampuanya sendiri.

3.1.3 Sebuah metode tertentu tampaknya mengundang dan berguna, tapi kadang menjadi sebaliknya. Manfaat kadang tidak lagi seimbang dengan harga yang harus dibayar.

3.1.4 Tutor atau mentor sering menyarankan penggunaan model jaringan untuk memperluas cakrawala para pelajar atau memberikan perspektif yang diperlukan.

3.2 Saran

Sebelum mengembangkan kurikulum sebaiknya kita mengembangkan hasil-hasil belajar. Pengembangan kurikulum sebaiknya mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Prosen belajar pada dasarnya adalah bagaimana menyiapkan peserta didikmenjadi individu yang kreatif dan kritis dengan mendasarkan pada keberanian, mampu mengembangkan komunikasi dan interaksi inter dan antar personal baik dengan teman maupun musuh.

DAFTAR PUSTAKA

Fogarty, Robin. The Mindful School How to Integrate the Curricula. IRI/Skylight Publishing, Inc. Palatine, Illinois. 1991.

Sudjana. Nana. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Sinar Baru Algesindo : Bandung. 1988.

Y. Padmono. Dr. Pembelajaran Terpadu atau Kurikulum Terpadu (1). http://m.kompasiana.com/post/edukasi/2010/pembelajaran-terpadu-atau-kurikulum-terpadu-1/. Akses pada 31 Oktober 2011 Pukul 22:07:08

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 15, 2012 in Kurikulum

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: